Dibuat oleh Erwin pada tanggal 11 July 10 untuk kategori
Diriku,
Tausyiah
Ini ada sebuah kisah, yang sudah lama saya baca (*mohon maaf, karena sudah lama, sampai lupa siapa penulis awal cerita ini..)
“Dahulu kala di suatu kota di daerah timur tengah hidup seorang ilmuwan, ilmuwan ini telah banyak mencetuskan ide-ide ataupun penemuan-penemuan yang banyak membantu masyarakat di kota tersebut.
Namun bak kata pepatah, semakin tinggi pohon, maka akan semakin deras angin yang akan merobohkannya, ilmuwan ini semakin terkenal di kota tersebut, dan masyarakat yang tidak menyukainya juga semakin banyak, mereka menganggap sebenarnya ide-ide n penemuan-penemuan sang ilmuwan itu biasa aja, mereka meanganggap mereka sendiri sebenarnya bisa mencetuskan ide tersebut, atau membuat penemuan tersebut.
Sang ilmuwan ini pun semakin lama semakin gerah melihat sekelompok masyarakat yang iri ini, karena sudah mulai menteror dan meresahkan masyarakat lainnya. Akhirnya untuk mengatasi hal ini, ilmuwan ini membuat sayembara, kalo ada yang bisa mendirikan sebuah telur ayam ini di atas meja tanpa menggunakan alat bantu, dia akan keluar dari kota tersebut.
Seluruh masyarakat yang iri terhadap ilmuwan ini langsung mencoba untuk mendirikan telur ayam tersebut, namun tidak ada yang berhasil, dan mereka mulai frustasi dan menganggap ilmuwan ini gila, bagaimana mungkin sebuah telur yang mempunyai ujung yang bundar bisa berdiri tegak di atas sebuah meja.
Setelah semua masyarakat di kota tersebut menyerah, akhirnya dia mengumpulkan seluruh masyarakat kota, dan mendemonstrasikan bagaimana caranya membuat telur ayam berdiri tegak di atas meja. Di ambilnya sebuah telur, di pecahkannya bawah telur sedikit, tapi tidak membuat telur tu pecah, dan berdirilah telur tersebut diatas meja.
Setelah itu ramai-ramai kelompok masyarakat yang iri kepadanya memprotes, kalau cuman begitu saja, setiap orang pun bisa, terus apa spesialnya?
Sang ilmuwan langsung menjawab, memang yang saya lakukan itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi tidak semua orang bisa mempunyai pikiran untuk melakukan hal itu.”
Kesimpulan dari cerita tersebut adalah, keluarkan ide mu sesimple apapun itu, karena mungkin saja ide tersebut tidak pernah di pikirkan oleh orang lain, dan hargailah selalu ide dan pendapat orang lain.
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 30 May 10 untuk kategori
Fotografi
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 30 May 10 untuk kategori
Fotografi
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 04 April 10 untuk kategori
Fotografi
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 04 April 10 untuk kategori
Umum
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 25 March 10 untuk kategori
Fotografi
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 16 March 10 untuk kategori
Fotografi
Hehehehe

kenapa setengah perawan, soalnya sudah ada jalan setapaknya, tapi masih banyak bagian lain yang belum tersentuh manusia, dalam arti kata masih asli hutan.
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 14 March 10 untuk kategori
Fotografi,
Tutorial
Dari kemaren-kemaren browsing website diyphotography pengen nyobain salah satu tutorial yang ada disini. dan pilihannya jatuh pada pembuatan Super Simple Light Tent, dari tutorialnya keliatannya sih mudah dan bisa dikerjakan dengan menggunakan bahan-bahan yang banyak tersedia dirumah.
setelah mengumpulkan bahan-bahannya dan mengikuti petunjuk yang ada, walaupun hasil akhirnya beda jauh dengan seperti yang di tutorialnya, tapi seperti inilah jadinya..

dan hasil foto-fotonya adalah



walaupun hasilnya belum sempurna, tapi kalo menurut ku sih sudah lumayan la..hehehe
Dibuat oleh Erwin pada tanggal 08 November 09 untuk kategori
Fotografi
Foto Asli

Setelah di kasi sedikit sentuhan Photoshop

Dibuat oleh Erwin pada tanggal 22 September 09 untuk kategori
Diriku,
Tausyiah
Based on a true story
Kemaren sewaktu lagi jalan-jalan cuci mata, tiba-tiba hp ku berdering, rupanya telepon dari mama, minta tolong beliin obat n vitamin buat stock di rumah sudah habis. sewaktu nyampe rumah langsung kukasi titipan nya, “Ma, ni obat n vitamin nya”, ” Makasi ya nak”. Sejenak aku terdiam terpaku dan menerawang, kata-kata itu bagai seteguk air di padang pasir yang begitu menyejukkan.
Setelah itu aku kembali berpikir, koq cuman segitu aja orang tua kita sudah mengucapkan termia kasih kepada kita, padahal kalau dipikir-pikir berapa banyak kegiatan nya sehari-hari yang memang dengan ikhlas dilakukan nya untuk kita, antara lain :
- Membangunkan pagi
- Membuatkan makanan
- Memberi kita uang jajan
- Menyiapkan keperluan kita untuk berangkat kerja/sekolah
- dll
namun terkadang itu semua sudah kita anggap memang sudah kewajibannya, lupa terkadang kita untuk mengucapkan terima kasih untuk semua itu (atau bahkan tidak pernah kita mengucapkan terima kasih).
Betapa tulusnya memang kasih seorang ibu, dan seberapa keras kita membalas semua kebaikannya tidak akan pernah cukup.
Sedikit saja kebaikan yang kita buat, sudah membuat ibu kita sangat bangga, dan sebesar apapun kejahatan yang kita buat tidak akan memudarkan rasa cintanya.