Sebelah Mata

Sebelah mataku yang mampu melihat
Bercak adalah sebuah warna warna mempesona
Membaur dengan suara dibawanya kegetiran
Begitu asing terdengar

Sebelah mataku yang mempelajari
Gelombang kan mengisi seluruh ruang tubuhku
Terbentuk dari sel akut
Dan diabetes adalah sebuah proses yang alami

Tapi sebelah mataku yang lain menyadari
Gelap adalah teman setia
Dari waktu waktu yang hilang

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Melankolia

Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah

Puisi yang romantik
Menetes dari bibir

Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi

Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Kenakalan Remaja Di Era Informatika

senang mengabadikan tubuh yang tak berhalang
padahal hanya iseng belaka
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana

oh nafsu menderu deru
bikin malu…
oh nafsu menderu deru
susah maju…

rekam dan memamerkan badan yang lainnya
mungkin hanya untuk kenangan

apakah kita tersesat arah
mengapa kita tak bisa dewasa

oh nafsu menderu deru
bikin malu…
oh nafsu menderu deru
susah maju…

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Jalang

Siapa yang berani bernyanyi
Nanti akan dikebiri
Siapa yang berani menari
Nanti kan di suntik mati

Karena mereka, paling suci
Lalu mereka bilang kami jalang
Karena kami, beda misi
Lalu mereka bilang kami jalang

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Insomnia

Insomnia coba aku pecahkan sgala misterimu
Kunanti dan kucari sesepi mimpi

Hoo rindu untuk bercumbu
Mesraan bawah sadarku
Kunanti dan kucari sesepi mimpi

Kaubunuh suhu di sangkar ku
Cuaca di tamanku

Gerimis datang
Musnahlah gersang
Ku tetap terjaga
Aku tetap terjaga

Habis terkuras
Kelenjar air mata
Ku tetap terjaga
Aku tetap terjaga

Insomnia…
Insomnia…

Kaubunuh suhu di sangkar ku
Cuaca di tamanku
Musim di kanvasku
Suhu di sangkarku
Cuaca di tamanku

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Efek Rumah Kaca

Tipis ozon berlubang
Debu kosmik hujan asam
Matahari tiada tirai
Bakal bunga tak mekar

Daun-daun berlubang
Tak berputar energi
Wajah bumi menangis
Sedang kita tak mengerti

Kita akan terbakar..
Diwariskan untuk anak dan cucu kita

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Di Udara

Aku sering diancam
juga teror mencekam
Kerap ku disingkirkan
sampai dimana kapan

Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan
tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti

Aku sering diancam
juga teror mencekam
Ku bisa dibuat menderita
Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam

Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti

Ku bisa dibuat menderita
Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam

Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

[Reff:]
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitam
Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,
Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Debu-Debu Beterbangan

Demi masa
Sungguh kita tersesat
Membiaskan yang haram
Karena kita manusia

Demi masa
Sungguh kita terhisap
Ke dalam lubang hitam
Karena kita manusia

Pada saatnya nanti
Tak bisa bersembunyi
Kitapun menyesali, kita merugi
Pada siapa mohon perlindungan
Debu-debu berterbangan

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan