100 Etika Bicara by Ponijan Liaw (seri 4 dari 4)

  1. Jangan menyentuh/menyolek kawan saat bicara terutama pada pertemuan pertama karena bisa terkesan vulgar.
  2. Jangan membicarakan kejelekan orang lain pada kawan bicara karena hal itu hanya menunjukkan etika buruk anda.
  3. Diskusikan saja jika ada yang memang perlu disepakati, jangan memaksa.
  4. Jangan menyeret-nyeret orang tua/atasan dalam pembicaraan yang tidak terkait mereka.
  5. Kata2 yang terlanjur salah diucapkan harus segera direvisi agar pendengar mengerti bahwa itu khilaf. (more…)
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

100 Etika Bicara by Ponijan Liaw (seri 3 dari 4)

  1. Ketika bicara jangan ngotot agar tidak beradu otot.
  2. Jangan memaksakan padangan kepada orang lain karena anda juga tidak mau diperlakukan begitu.
  3. Jangan menyerang orangnya tetapi pandangannya jika anda tidak setuju.
  4. Menyerang orang seperti ‘anda salah besar’ akan menyinggung pendengarnya.
  5. Kritik hal yang anda tidak setuju dengan mengatakan ‘pandangan anda soal ini keliru’ bukan ‘anda keliru.’ (more…)
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

100 Etika Bicara by Ponijan Liaw (seri 2 dari 4)

  1. Intonasi yang bervariasi bisa mempengaruhi pendengarnya, khususnya yang auditory type.
  2. Berikan jedah saat bicara, jangan ditancap tanpa henti agar anda & pendengarnya tidak lelah.
  3. Pilih kata-kata yang tidak merendahkan agar suasana awal terbangun baik
  4. Biasakan membangun rapport (hubungan) dengan senyum ramah & rendah hati.
  5. Jika kawan bicara sudah nyaman, pembicaraan akan berjalan lancar. (more…)
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

100 Etika Bicara by Ponijan Liaw (seri 1 dari 4)

  1. Etika bicara adalah tata cara berbicara dengan orang lain yang menyangkut gaya, giliran & isi bicara.
  2. Ketika bicara pastikan memperhatikan latar belakang kawan bicara.
  3. Orang muda tentu memerlukan ketegasan & semangat saat berbicara dengannya.
  4. Orang senior tentu memerlukan ketenangan & kenyamanan saat diajak bicara.
  5. Laki-laki beda lagi cara bicaranya, demikian juga perempuan. Masing-maisng unik adanya (more…)
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Parenting by Jamil Azzaini

  • Pembelajaran seharusnya dimulai sejak bayi berusia 5 bulan dalam kandungan,
  • Bayi yg dikandungan mampu merasakan ketika perut ibunya diraba & mendengarkan apa yg kita katakan,
  • Belajar bagi anak itu harus menyenangkan dan diulang-ulang,
  • Kebiasaan main games bagi anak2 akan menanamkan karakter menang-kalah, berbahaya di masa tua,
  • Nonton TV yg terlalu lama menyebakan sel2 di otak anak tdk berkembang, (more…)
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Auto Sugesti

“Berdoa itu autosugesti yg dahsyat jadi pastikan doa Anda kata2nya positif & merasuk ke dalam pikiran & hati Anda, ayo buka hari ini dgn doa” by Jamil Azzaini

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Memberdirikan Telur

Ini ada sebuah kisah, yang sudah lama saya baca (*mohon maaf, karena sudah lama, sampai lupa siapa penulis awal cerita ini..)

“Dahulu kala di suatu kota di daerah timur tengah hidup seorang ilmuwan, ilmuwan ini telah banyak mencetuskan ide-ide ataupun penemuan-penemuan yang banyak membantu masyarakat di kota tersebut.
Namun bak kata pepatah, semakin tinggi pohon, maka akan semakin deras angin yang akan merobohkannya, ilmuwan ini semakin terkenal di kota tersebut, dan masyarakat yang tidak menyukainya juga semakin banyak, mereka menganggap sebenarnya ide-ide n penemuan-penemuan sang ilmuwan itu biasa aja, mereka meanganggap mereka sendiri sebenarnya bisa mencetuskan ide tersebut, atau membuat penemuan tersebut.
Sang ilmuwan ini pun semakin lama semakin gerah melihat sekelompok masyarakat yang iri ini, karena sudah mulai menteror dan meresahkan masyarakat lainnya. Akhirnya untuk mengatasi hal ini, ilmuwan ini membuat sayembara, kalo ada yang bisa mendirikan sebuah telur ayam ini di atas meja tanpa menggunakan alat bantu, dia akan keluar dari kota tersebut.
Seluruh masyarakat yang iri terhadap ilmuwan ini langsung mencoba untuk mendirikan telur ayam tersebut, namun tidak ada yang berhasil, dan mereka mulai frustasi dan menganggap ilmuwan ini gila, bagaimana mungkin sebuah telur yang mempunyai ujung yang bundar bisa berdiri tegak di atas sebuah meja.
Setelah semua masyarakat di kota tersebut menyerah, akhirnya dia mengumpulkan seluruh masyarakat kota, dan mendemonstrasikan bagaimana caranya membuat telur ayam berdiri tegak di atas meja. Di ambilnya sebuah telur, di pecahkannya bawah telur sedikit, tapi tidak membuat telur tu pecah, dan berdirilah telur tersebut diatas meja.
Setelah itu ramai-ramai kelompok masyarakat yang iri kepadanya memprotes, kalau cuman begitu saja, setiap orang pun bisa, terus apa spesialnya?
Sang ilmuwan langsung menjawab, memang yang saya lakukan itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi tidak semua orang bisa mempunyai pikiran untuk melakukan hal itu.”
Kesimpulan dari cerita tersebut adalah, keluarkan ide mu sesimple apapun itu, karena mungkin saja ide tersebut tidak pernah di pikirkan oleh orang lain, dan hargailah selalu ide dan pendapat orang lain.

Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

“Terima kasih ya nak….”

Based on a true story

Kemaren sewaktu lagi jalan-jalan cuci mata, tiba-tiba hp ku berdering, rupanya telepon dari mama, minta tolong beliin obat n vitamin buat stock di rumah sudah habis. sewaktu nyampe rumah langsung kukasi titipan nya, “Ma, ni obat n vitamin nya”, ” Makasi ya nak”. Sejenak aku terdiam terpaku dan menerawang, kata-kata itu bagai seteguk air di padang pasir yang begitu menyejukkan.

Setelah itu aku kembali berpikir, koq cuman segitu aja orang tua kita sudah mengucapkan termia kasih kepada kita, padahal kalau dipikir-pikir berapa banyak kegiatan nya sehari-hari yang memang dengan ikhlas dilakukan nya untuk kita, antara lain :

  1. Membangunkan pagi
  2. Membuatkan makanan
  3. Memberi kita uang jajan
  4. Menyiapkan keperluan kita untuk berangkat kerja/sekolah
  5. dll

namun terkadang itu semua sudah kita anggap memang sudah kewajibannya, lupa terkadang kita untuk mengucapkan terima kasih untuk semua itu (atau bahkan tidak pernah kita mengucapkan terima kasih).

Betapa tulusnya memang kasih seorang ibu, dan seberapa keras kita membalas semua kebaikannya tidak akan pernah cukup.

Sedikit saja kebaikan yang kita buat, sudah membuat ibu kita sangat bangga, dan sebesar apapun kejahatan yang kita buat tidak akan memudarkan rasa cintanya.

Selengkapnya...
Tanggapan (2)  :  Buat Tanggapan

Sebab Do’a Tidak Dikabulkan

  1. Mengenal Allah, tapi tak penuhi hakNya
  2. Mengatakan cinta kepada sunnah rasul, tapi meninggalkannya
  3. Mengetahui setan itu musuh, tapi masih mengikutinya
  4. Bermohon agar terhindar dari neraka, tapi menjerumuskan dirimu kedalamnya
  5. Bermohon masuk surga, tapi  tidak mau beramal
  6. Mengatakan kematian itu pasti datang, tapi tidak mempersiapkan diri
  7. Sibuk dengan aib orang lain tapi tidak melihat aib dirimu sendiri
  8. Memakan nikmat Allah tapi tidak bersyukur kepadaNya
  9. Menguburkan orang mati, tapi tak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan

Adab dan Tata Cara Berdo’a

  1. Pada waktu yang tepat
  2. Dimulai dengan memuji Allah dan Shalawat untuk Nabi Muhammad SAW
  3. Kusyhu’, Khidmat dan hadir hati sepenuhnya kepada Allah
  4. Menghadap Kiblat
  5. Rendah diri terhadap Allah SWT
  6. Merendahkan suara
  7. Yakin do’a dikabulkan
  8. Jangan berprasangka buruk kepada Allah SWT
  9. Sabar tidak memaksa Tuhan, dan tidak kecewa bila belum maqbul
  10. Do’a diulang sampai tiga kali
  11. Jangan minta cepat-cepat dikabulkan
  12. Jangan berdo’a untuk maksiat
  13. Jangan berdo’a untuk mencelakakan orang lain
  14. Jangan berdo’a untuk masalah dunia saja
  15. Berdo’a dengan menadahkan tangan
Selengkapnya...
Tanggapan (0)  :  Buat Tanggapan